Indah ya kata ini..Un Sol em Noite. Kata ini aku dapatkan saat membaca salah satu buku karya Dewi Lestari (Dee). Sebuah novel favoritku.
Un Sol Em Noite dalam bahasa Portugis berarti matahari di malam hari.
Artinya sangat mendalam. Buatku.
Hari-hariku selalu secerah sinarnya, jangankan pagi, malampun serasa tetap di temani matahari. Sinarnya terkadang lembut, terkadang menyengat. Mendung memang tak mampu membuatnya bersinar secerah biasanya, tapi aku tahu dia tetap ada, menemaniku.
Aku bahkan merasa dia adalah kepingan puzzle yang hilang selama ini. Bersama matahariku, hidupku terasa sangat lengkap dan berwarna. Ketika dia tiba-tiba pergi dari hidupku, dunia serasa sangat gelap. Pagi tetap saja tak seindah dulu, siang tetap saja tak sepanas ketika dia ada di sekitarku, malampun dia tak nampak lewat pantulan sinarnya di satelit yang bernama bulan. Pelan-pelan kumengerti, bahwa dia memang harus pergi. Pergi dari hidupku. Namun kehangatan sinarnya tetap tersimpan di sudut hatiku, sebagai sebuah harta yang pernah memperkaya hidupku.
Setelah semua berlalu, kutemukan lagi matahariku yang sesungguhnya, yang akan terus menyinariku, menemaniku tanpa lelah, mengertiku tanpa berharap di mengerti, sabar menampung semua keluhku..selamanya..
Love you much my hubby!
Minggu, 29 Januari 2012
Rabu, 04 Januari 2012
Refreshing sederhana
![]() |
| Pagi di Pantai Jatimalang |
Berkendara ke laut di dekat rumah merupakan pilihan tepat. Desaku boleh di bilang dekat dengan laut. Hanya sekitar 7-10 km dari pantai terdekat.
Sempurna! Langit bersemburat jingga, matahari sedang malu-malu menampakkan diri, udara masih bersih dan sejuk, maka beranjaklah kami berenam menuju laut di selatan desa.
Kapal nelayan ternyata masih ada yang terparkir di tepi pantai. Berhambur ke bibir pantai, mencoba mencandai ombak, bercengkerama dengan pasir dan merasakan sejuknya pagi di pantai Jatimalang itu.
Senangnya bisa berbagi rizqi pagi2. Ini kapal wisata yg kami naiki. Dan menjadi penumpang pertama hari itu.
Sederhana sekali refreshing kali ini... memandang laut, berlayar di laguna, bermain pasir..makan gorengan, menengok kebun buah naga yang tak berbuah..
Seperti ombak yang tak pernah putus-putus menyambangi pantai, demikian juga harapan saya, persaudaraan kami tidak akan putus selamanya.
Jakarta, 03 Januari 2012
Sempurna! Langit bersemburat jingga, matahari sedang malu-malu menampakkan diri, udara masih bersih dan sejuk, maka beranjaklah kami berenam menuju laut di selatan desa.
Kapal nelayan ternyata masih ada yang terparkir di tepi pantai. Berhambur ke bibir pantai, mencoba mencandai ombak, bercengkerama dengan pasir dan merasakan sejuknya pagi di pantai Jatimalang itu.
![]() |
| Udara laut bagi baik untuk kesehatan |
![]() |
| Kapal Wisata pantai Glagah Indah |
Senangnya bisa berbagi rizqi pagi2. Ini kapal wisata yg kami naiki. Dan menjadi penumpang pertama hari itu.
Sederhana sekali refreshing kali ini... memandang laut, berlayar di laguna, bermain pasir..makan gorengan, menengok kebun buah naga yang tak berbuah..
Seperti ombak yang tak pernah putus-putus menyambangi pantai, demikian juga harapan saya, persaudaraan kami tidak akan putus selamanya.
Jakarta, 03 Januari 2012
Selasa, 23 Agustus 2011
Hidrotubasi - Pengalaman pertamakali bius total
| Hope our dream will come true amin.. |
Tapi kali ini saya takluk pada perintah dokter. Ini pengalaman pertama saya di bius total adalah ketika dokter memutuskan untuk melakukan hidrotubasi.Hmmm...ketika obat bius masuk dalam pembuluh darah saya, rasanya sangat ngilu. Lalu saya terserang kantuk yang sangat dahsyat. Lalu tak ingat apa-apa lagi sampai saya sadar, tapi saya tidak mampu membuka mata. Saya dengan sayup-sayup dokter memeriksa pasien lain di ruangan yang berbeda. Saya dengar ada seorang ibu yang menangis karena entah bayinya kenapa. Ibu itu histeris berteriak: Jangan ambil anak saya dokter...ambil saya saja.. Saya sedih mendengarnya.
Setelah saya bisa bangun meskipun sempoyongan, saya merasa perut saya mulas luar biasa, lalu saya merasa mual, dan akhirnya muntah.
Sampai di rumah saya masih merasa lemas, pengen muntah dan rasa mulas itu bertambah hebat. Saya mengerang kesakitan. Luar biasa sakitnya! Saya berpikir ini baru awal, apalagi saat nanti melahirkan. Pain killer saya minum, suami saya membuatkan teh manis hangat dan membeli beberapa kerat roti sekedar untuk mengisi perut saya yang sudah lebih dari tujuh jam tidak terisi apa-apa.
Namun saya sulit sekali menelan. Saat menelan rasanya mau saya muntahkan. Tapi saya harus mengisi perut karena saya harus minum obat. Akhirnya saya telan dengan susah payah demi hilangnya mulas yang luar biasa ini.
Ini adalah ikhtiar pertama saya untuk mendapat keturunan yang sudah kami dambakan sejak awal kami menikah.
Saya sudah siap semuanya termasuk jika Alloh mengijinkan saya hamil dalam waktu dekat ini, saya rela tidak ikut outing kantor yang katanya ke Jepang. Saya ikhlas,...sangat ikhlas... karena penggantinya jauh lebih berarti buat saya.
Tidak bisa dibandingkan dengan reward ke Jepang meskipun saya sangat menginginkannya.Saya ikhlas lahir batin. Saya ikhlas demi kehamilan. Semoga Alloh memberikan jalan yang terbaik dan keturunan yang sholeh untuk kami berdua. Mohon dengan sangat ya Alloh.. :) amin!
Sabtu, 20 Agustus 2011
Nrimo, Bego atau Sabar?
![]() |
| Orang-orang ini termasuk dalam kategori judul entries ini. |
Namun ini menuntut sebuah keikhlasan. Keikhlasan untuk menerima apa adanya. Keikhlasan untuk menerima perlakuan yang tidak semestinya saya dapat. Ramadhan memang tepat sekali untuk menguji umat manusia, apakah mereka akan sabar dan mampu melewati ujian, atau mereka tergesa-gesa sehingga tidak mampu melewatinya?
Materi berlebih, tidak mampu menolongmu di saat kau mendapatkan ujian kesabaran, selain kau berpegang teguh kepadaNYA. Bersandar padaNYA, menyerahkan diri padaNYA dan berbuat semaksimal mungkin untuk melalui ujian itu.
Saya janji, saya tidak akan pernah menanyakan ini lagi kepada pejabat. Tidak karena itu merendahkan diri saya. Tidak perlu saya mengemis. Orang lain melihat saya berkompeten. Saya mampu. Saya bisa untuk bekerja dengan cinta.
Saya berjanji untuk melaksanakan kewajiban saya, tapi tidak dengan cinta. Karena cinta itu sudah pupus ketika sesuatu hal terjadi dan menyakitkan hati karena kecintaan itu.
Jadi, Nrimo, Bego dan sabar adalah sebuah runutan peristiwa yang tidak bisa terpisah. Itu kesimpulan saya pribadi. Silahkan jika ada yang berpendapat lain.
5 Tahun di Kampus Ungu Episode 2 : Di awali dengan mimpi
2006 akhir- 2007 Awal
Kehidupan di kantor ini sejauh itu sangat saya sukai. Terasa sekali aura kekeluargaan. Kantor ini memang semi formal. Pakaian sehari-hari kami terserah asalkan sopan. Ke atasanpun tidak perlu memanggil pak atau bu. Cukup mbak atau mas. Setiap hari terasa menyenangkan. Meski pekerjaan banyak, saya enjoy karena teman-teman saya.
Ketika istirahat, makan bersama. Setelah istirahat saya mengantuk, saya tidur siang di tempat yang tersembunyi, atau untuk mengusir kantuk saya main game.
Sore-sore saya dan teman-teman rutin nongkrong di foodcourt sekedar minum teh.
Suatu hari, ada email yang sangat menyenangkan! Kantor kami mengadakan outing ke luar negeri! Wow! Saya sangat takjub dengan hal ini. Sebelum ini saya bermimpi, saya pergi ke Greatwall China. Ternyata itu menjadi kenyataan. Thank You Alloh!
Sangat excited kami ber-enam. Kami mulai sibuk membicarakannya. Bagaimana tidak? Ini adalah pengalaman pertama kami pergi keluar negeri. Buat saya, ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat dan pengalaman pertama saya pergi keluar negeri. Efek takjub itu tak mudah hilang, berhari2-hari saya selalu countdown menunggu hari itu tiba.
Ketika kurang beberapa hari, salah satu teman saya jatuh sakit. Ini karena dia memaksakan diri naik turun tangga demi mendapatkan body semlohai menjelang hari pernikahannya. Jadilah dia tidak ikutan berangkat. Kami sesungguhnya sedih, tidak bisa bersama-sama saat itu. Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang berharga.
Hari H nya pun tiba. Berkumpul langsung di bandara pagi-pagi buta, check in, boarding en go! Dengan Cathay Pacific kami pergi ke Beijing. Transit di Singapura dan Hongkong, perjalanan memakan waktu 7 Jam. Malam sekitar jam 22.00 kami akhirnya sampai di kota tujuan.
Saya kembali takjub, inilah negeri yang pernah di ceritakan oleh Dosen Politik Pemerintahan Timur Jauh itu. Kini saya berada di atas tanahnya. Bangunan bersejarah peninggalan dinasti-dinasti di masa silam memukau mata saya.
Kami menjelajah Temple of Heaven, Tian An men Square, Forbidden Palace, Summer Palace, Ming tomb, makan bebek peking, minum teh china, belanja di Ya Xiu market dan tentu saja Great Wall! Tembok raksasa dalam mimpi saya. Memanjat Great Wall dan memperoleh sertifikat bahwa saya telah memanjat sampai titik tertentu merupakan hal yang sangat membekas dalam benak saya. Berfoto ala putri dan ksatria kerajaan, lalu melihat dan menyentuh salju meski itu hanya sisa-sisa saja.
Sayang kami tidak ber enam. Hanya ber 5 saja menikmati semua ini. Sangat berkesan, ingin rasanya saya berlama-lama disana, lebih dalam mengenal budaya, masyarakat dan bahasanya tentu saja. Namun saya harus kembali ke Jakarta dan berdedikasi untuk perusahaan saya lagi.
2008
Setahun kemudian kalau nggak salah di bulan Mei ada undian dari salah 1 partner perusahaan untuk pergi ke Malaysia. 40 orang. What a wonderful gift! Jalan-jalan keluar negeri seperti mimpi saya dahulu!
Genting dan KL tujuan kami. Tidak begitu istimewa, karena menurut saya memang daripada ke Malaysia lebih baik keliling Indonesia. Genting hihghland, Menara Petronas, apalagi selain itu yg bisa di kunjungi di sana? Satu-satnya yang membuat saya excited adalah karena saya akan pergi keluar negeri lagi!
Seminggu kemudian satu kantor kami pergi ke Ho Chi Minh City. Dalam rangka outing kantor. Sama halnya dengan ke Malaysia, saya tidak se excited melihat isi Ho Chi Minh seperti keinginan saya yg menggebu2 di Beijing. Saya hanya takjub, saya pergi keluar negeri lagi dengan gratis! Eksplore Reunion Palace, War Museum, Gereja Kathedrak kuno, Kantor Pos Kuno, Candi, Pasar Ben thanh, Delta sungai Me Khong, makan malam di vietnam river dengan kapal yang di set sebagai restoran dengan lampu yang gemerlap menarik hati dimana didalamnya sudah ada tulisan : Selamat Datang PT Wira Pamungkas Parwira Jakarta, lalu ada pertunjukan dance dan pertunjukan alat musik yg memainkan lagu Bengawan Solo! Betapa budaya kita sebenarnya hebat! Dan yang paling menyenangkan adalah ke Cu chi tunel. Berpetualang ke dalam hutan tempat di mana tentara Vietnam bergerilya melawan Amerika serta tempat pertahanan mereka dari serangan Amerika. Sungguh unik menurut saya tempat ini. Berupa lorong-lorong sempit dengan berbagai ruangan dengan fungsi masing-masing. Ada dapur, ada kamar tidur, ruang keluarga, ruang meeting dan sebagainya. Dengan cara pertahanan mereka yang saya akui sangat cerdik, Amerika mampu di pukul mundur meski mereka tidak mau mengakui kekalahannya sampai sekarang.
Tahun ini pula tahun rizqi saya mulai membaik. Promosi di berikan atas pertimbangan saya mampu menghandle pekerjaan yang di bebankan.
Menangani pergigian dan permulutan di awal-awal membuat saya ingin menyerah.
2009
Tahun ini saya tidak pergi kemanapun.Berjalan seperti biasa, tidak ada yang istimewa.
2010-2011
SINGAPORE!
Kalau waktu ke Beijing saya hanya transit di Changi, pada Maret 2010 berangkatlah saya ke Singapore, kembali jalan-jalan :D Tidak ada yg istimewa karena hanya city tour dan belanja yg ada. Saya tidak sempat mampir ke musium-musium mereka yg kata teman-teman saya keren.
Tapi saya suka ketika mampir di Universal studio Singapore. Heboh pengen naik semuanya. Tapi terlalu lelah. The Human&Cyclon itu yang buat kaki saya gemeteran begitu sampai ke bawah, the Mummy: rollercoaster yang bikin saya muntah-muntah. The best experience! Karena di Jakarta cuma ada Halilintar-nya Dufan yang buat saya udah biasa saja.
BANGKOK!
Mei 2011. Ups! Ini surga belanja di Asia Tenggara. Barang-barang murah dengan kualitas oke banyak di temukan disini. Trip kali ini hanya belanja, belanja dan belanja sampai kaki gempor! Nonton bencong, nonton thaigirl show (merasa berdosa setelah nonton ini, tp ini pengalaman, besok kl di ajak jgn pernah mau!) jalan-jalan gk tentu arah di malam hari..semuanya itu menyenangkan. Bangkok-Pattaya nggak ada yg terlewatkan semua barang2 manis dari benakku. Semua memanggilku untuk kembali suatu hari nanti. :)
Mulai banyak yang berguguran di tahun ini. Mulai banyak orang baru, pemimpin baru. Kondisi baru, lingkungan baru, membuat saya merindukan saat-saat dulu. Ketika semua seperti sangat mencintai pekerjaannya.
Terpikir untuk menyudahi petualangan ini karena banyak hal yang aneh dan banyak hal yg tidak di hargai. Loyalitas hanya di hargai 1x gaji. Dedikasi dipandang sebelah mata. Berprestasi hanya dilihat dari pandai berbicara atau tidak. Semua menyakitkan bagi saya. Tidak pernah saya tersakiti seperti saat ini. Ketika saya merasa semua loyalitas, kerja keras dan dedikasi yang tinggi ini tidak lagi ada harganya lalu apa yg bisa saya lakukan selain memilih pergi?
Semoga mimpi berakhirnya petualangan ini tidak semata-mata hanya mimpi, tapi seperti yang sudah-sudah, mimpi itu akan terwujud. Amin.
Kehidupan di kantor ini sejauh itu sangat saya sukai. Terasa sekali aura kekeluargaan. Kantor ini memang semi formal. Pakaian sehari-hari kami terserah asalkan sopan. Ke atasanpun tidak perlu memanggil pak atau bu. Cukup mbak atau mas. Setiap hari terasa menyenangkan. Meski pekerjaan banyak, saya enjoy karena teman-teman saya.
Ketika istirahat, makan bersama. Setelah istirahat saya mengantuk, saya tidur siang di tempat yang tersembunyi, atau untuk mengusir kantuk saya main game.
Sore-sore saya dan teman-teman rutin nongkrong di foodcourt sekedar minum teh.
Suatu hari, ada email yang sangat menyenangkan! Kantor kami mengadakan outing ke luar negeri! Wow! Saya sangat takjub dengan hal ini. Sebelum ini saya bermimpi, saya pergi ke Greatwall China. Ternyata itu menjadi kenyataan. Thank You Alloh!
Sangat excited kami ber-enam. Kami mulai sibuk membicarakannya. Bagaimana tidak? Ini adalah pengalaman pertama kami pergi keluar negeri. Buat saya, ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat dan pengalaman pertama saya pergi keluar negeri. Efek takjub itu tak mudah hilang, berhari2-hari saya selalu countdown menunggu hari itu tiba.
Ketika kurang beberapa hari, salah satu teman saya jatuh sakit. Ini karena dia memaksakan diri naik turun tangga demi mendapatkan body semlohai menjelang hari pernikahannya. Jadilah dia tidak ikutan berangkat. Kami sesungguhnya sedih, tidak bisa bersama-sama saat itu. Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang berharga.
| Aha!the Wall in my dream |
Saya kembali takjub, inilah negeri yang pernah di ceritakan oleh Dosen Politik Pemerintahan Timur Jauh itu. Kini saya berada di atas tanahnya. Bangunan bersejarah peninggalan dinasti-dinasti di masa silam memukau mata saya.
Kami menjelajah Temple of Heaven, Tian An men Square, Forbidden Palace, Summer Palace, Ming tomb, makan bebek peking, minum teh china, belanja di Ya Xiu market dan tentu saja Great Wall! Tembok raksasa dalam mimpi saya. Memanjat Great Wall dan memperoleh sertifikat bahwa saya telah memanjat sampai titik tertentu merupakan hal yang sangat membekas dalam benak saya. Berfoto ala putri dan ksatria kerajaan, lalu melihat dan menyentuh salju meski itu hanya sisa-sisa saja.
Sayang kami tidak ber enam. Hanya ber 5 saja menikmati semua ini. Sangat berkesan, ingin rasanya saya berlama-lama disana, lebih dalam mengenal budaya, masyarakat dan bahasanya tentu saja. Namun saya harus kembali ke Jakarta dan berdedikasi untuk perusahaan saya lagi.
2008
Setahun kemudian kalau nggak salah di bulan Mei ada undian dari salah 1 partner perusahaan untuk pergi ke Malaysia. 40 orang. What a wonderful gift! Jalan-jalan keluar negeri seperti mimpi saya dahulu!
Genting dan KL tujuan kami. Tidak begitu istimewa, karena menurut saya memang daripada ke Malaysia lebih baik keliling Indonesia. Genting hihghland, Menara Petronas, apalagi selain itu yg bisa di kunjungi di sana? Satu-satnya yang membuat saya excited adalah karena saya akan pergi keluar negeri lagi!
| Sedikit branding :D |
Tahun ini pula tahun rizqi saya mulai membaik. Promosi di berikan atas pertimbangan saya mampu menghandle pekerjaan yang di bebankan.
Menangani pergigian dan permulutan di awal-awal membuat saya ingin menyerah.
2009
Tahun ini saya tidak pergi kemanapun.Berjalan seperti biasa, tidak ada yang istimewa.
2010-2011
| Ini dia si Human! Yg biru itu Cyclon. |
Kalau waktu ke Beijing saya hanya transit di Changi, pada Maret 2010 berangkatlah saya ke Singapore, kembali jalan-jalan :D Tidak ada yg istimewa karena hanya city tour dan belanja yg ada. Saya tidak sempat mampir ke musium-musium mereka yg kata teman-teman saya keren.
Tapi saya suka ketika mampir di Universal studio Singapore. Heboh pengen naik semuanya. Tapi terlalu lelah. The Human&Cyclon itu yang buat kaki saya gemeteran begitu sampai ke bawah, the Mummy: rollercoaster yang bikin saya muntah-muntah. The best experience! Karena di Jakarta cuma ada Halilintar-nya Dufan yang buat saya udah biasa saja.
BANGKOK!
| Belanjaan gw semua?Oh no! |
Mulai banyak yang berguguran di tahun ini. Mulai banyak orang baru, pemimpin baru. Kondisi baru, lingkungan baru, membuat saya merindukan saat-saat dulu. Ketika semua seperti sangat mencintai pekerjaannya.
Terpikir untuk menyudahi petualangan ini karena banyak hal yang aneh dan banyak hal yg tidak di hargai. Loyalitas hanya di hargai 1x gaji. Dedikasi dipandang sebelah mata. Berprestasi hanya dilihat dari pandai berbicara atau tidak. Semua menyakitkan bagi saya. Tidak pernah saya tersakiti seperti saat ini. Ketika saya merasa semua loyalitas, kerja keras dan dedikasi yang tinggi ini tidak lagi ada harganya lalu apa yg bisa saya lakukan selain memilih pergi?
Semoga mimpi berakhirnya petualangan ini tidak semata-mata hanya mimpi, tapi seperti yang sudah-sudah, mimpi itu akan terwujud. Amin.
Sabtu, 18 Juni 2011
5 tahun di kampus Ungu eps 1
2006, akhir February
Memberanikan diri untuk melangkah keluar dari alam pedesaan dengan udara pantai dan sawah yang akrab denganku menuju kota terbesar di negara ini. JAKARTA.
Panggilan kerja melalui tante saya sebenarnya meragukan saya. Ketika tengah terbaring di rumah sakit, saya menerima telepon dari tante saya yang tinggal dan bekerja di Jakarta. "Kamu mau kerja di Jakarta nggak?" Saya minta waktu saat itu karena saya masih terkapar di rumah sakit karena kecelakaan sepeda motor. Dorongan orang tua dan pikiran saya tidak mau menganggur, dengan enggan saya melaju ke Jakarta menggunakan kereta api Sawunggalih. Orang tua saya membelikan tiket di gerbong eksekutif karena tidak mau anak perempuan satu-satunya mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama di perjalanan dan menyurutkan niat untuk mengadu nasib ke Jakarta.
Pertamakali masuk kerja. Sejujurnya saya tidak mengerti perusahaan ini seperti apa. Yang saya tahu hanya satu kata : Perusahaan Periklanan. Tidak pernah terbayangkan dalam benak saya untuk terjun dalam dunia ini. Dulu waktu SD Saya sangat terobsesi dengan Astronot. Tapi yang Saya tahu hanya Yuri Gagarin, Niel Amstrong dan Edwin Aldrin. Selebihnya hanya seorang perempuan Indonesia yang bernama Pratiwi Sudarmono.
Lepas SD saya berganti cita-cita. Ingin menjadi diplomat. Karenanya saya sangat mencintai pelajaran bahasa Inggris dan pengetahuan umum tentang luar negeri. Saya sangat suka pelajaran geografi kala itu, karena banyak bercerita tentang Hubungan Internasional daripada sekedar mengenal bumi.
Ketika kuliah saya mengambil jurusan Hubungan Internasional setelah putus asa di jurusan Akuntansi. Saya berpikir akan banyak belajar bahasa. Ternyata perkiraan saya sama sekali melenceng jauh. Saya belajar POLITIK. Hal yang tidak pernah saya minati sebelumnya. Tapi saya berusaha mencintai apa yang telah saya putuskan. Tapi setelah saya pikir-pikir, jurusan saya ini ternyata sangat cocok dengan cita-cita saya.
1 Maret 2006
Ini hari pertama saya masuk kerja. Hari itu hari Rabu, bersama tante saya, kami datang pagi-pagi. Saya masuk ke sebuah ruangan kira-kira 50m persegi. Disana sudah ada beberapa teman yang saya pikir mereka sudah senior. Teman-teman yang saya temui pertama kali adalah perempuan semua. Nuri, Dini, Ratna, Nina. Tidak ada samasekali yang saya kerjakan saat itu, saya hanya sms-an dengan teman saya di Jogja. Saya bilang saya bosan. Nggak ada yang saya kerjakan.
Hari kedua.
Saya disarankan untuk memakai komputer seorang teman yang tidak masuk karena sakit. Sayapun mulai melakukan seperti yang teman-teman saya kerjakan. Mengetik semua alamat media yang ada di negara ini. Oh..saya mulai takjub saat mengetahui ternyata radio di negara ini ada 2000 lebih. Saya takjub ternyata kantor ini berhubungan dengan media-media yang sebelumnya hanya saya dengar dan saya tahu ketika saya membaca, mendengar radio atau menonton televisi. Saya takjub ternyata banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya lihat, mulai saya kenal.
Hari ketiga
Teman saya yang sakit masuk dan saya masih belum punya komputer sendiri. Saya kenalan dengan dia. Namanya Rina. Saya takjub karena saya tidak pernah di panggil dengan sebutan : elo. Selama ini semua memanggil saya nama. Saya pikir dia orang yang tidak menyenangkan karena kesan yang saya dapat pertamakali adalah dia sangat sinis. Di kemudian hari nanti saya tahu bahwa saya salah.
Hari itu saya ingat dia dengan senang hati menyerahkan pekerjaan yang seharusnya dikerjakannya. Sayapun dengan senang hati mengerjakan karena Saya tidak mau hanya bengong seperti hari pertama.
Hari keempat.
Hari ini saya mendapat komputer. Sangat menyenangkan buat saya. Si hitam IBM ini nantinya akan menemani Saya hingga saat saya menulis di blog ini.
Hari itu mulai di bagi-bagi tugas. Ada tugas untuk mengetik semua kontak person televisi, print dan radio. Saat itu semua kebagian print. Namun untuk radio, dibagi perprovinsi. Sedangkan televisi semua mengetiknya karena relatif sedikit. Saat itu ada seorang ibu yang menurut saya galak. Yang kelak beliau akan menuntun langkah Saya dalam memperdalam ilmu periklanan.
Saat itu Saya bahkan tidak tahu namanya. Beliau cek apa yang kami lakukan. Saat itu kami sedang mengerjakan untuk print. Bertanyalah beliau : Kalian mengerjakan apa? "Mengetik alamat dan kontak person majalah bu" begitu jawab kami hampir serempak. Lalu katanya: "kalian mengerjakan hal yang sama?" Kami menjawab bersamaan : "iya bu.." Lalu beliau berkata: "ya ampun untuk apa kalian semua mengerjakan hal yang sama? Kenapa nggak di bagi-bagi saja?" Lalu beliau turun tangan, group-group media cetak itu dibagi-bagi sehingga semua orang mengerjakan hal yang berbeda.
Hari kelima.
Hari ini saya mulai mengenal teman-teman saya dengan baik. Saya mulai merasa nyaman dengan mereka. Hari ini pula saya sadar akan posisi saya. Saya ditempatkan di bagian administrasi bersama 5 teman saya.
Hari-hari selanjutnya kami berenam sangat kompak. Satu hati satu rasa. Apapun kami kerjakan bersama-sama. Sampai urusan minum susu atau teh di pagi haripun kami lakukan bersama. Sampai kemudian kami mulai pindah ke tempat yang lebih luas. Saya ingat saat itu kami berenam tidak di libatkan dalam kegiatan kantor : TVday. Dan kami dengan sangat leluasa memilih tempat paling pertama.Kami pilih tempat paling ujung, dengan harapan view kami akan bagus. Tidak ketahuan ketika main games pada saat jam kerja, bebas cekikikan jika sedang bosan dan beberapa pertimbangan lain.
Selanjutnya hari-hari kami masih terasa sangat indah. Tidak ada friksi diantara kami. Saya berharap ini tidak akan berakhir. Mereka adalah salah satu alasan mengapa saya masih bertahan untuk tidak mencari pekerjaan lain dan keluar dari Jakarta. Meskipun Saya tidak pernah menyukai Jakarta, namun mereka mulai melunakkan hati Saya untuk mulai jatuh cinta pada Ibukota negara tercinta ini.
Jumat, 20 Mei 2011
Ujung Genteng-what an off road trip
Ujung Genting jadi sasaran perempuan-perempuan tersebut di atas untuk menikmati alamnya. Berangkatlah kami di sebuah bulan Mei, 29-31 2009. Jumat malam jam 21.00 tanggal 29, start dari lantai 12a Menara Jamsostek semua perbekalan kami sudah masuk rapi di mobil sewaan yang lumayan nyaman. Patungan Rp 500.000 cukup untuk semua akomodasi selama di sana.
Awalnya kami akan terus menuju ke Ujung Genting. Tetapi seorang teman menyarankan agar kami melakukan perjalanan pagi hari, karena medan yang agak berat dan alasan keamanan, mengingat kami semua perempuan. Jadilah kami meniggalkan Jakarta malam itu dengan tujuan Cibadak-Sukabumi, rumah orang tua mba Dina, yang waktu itu batal ikut karena akan pindahan kost.
Begitu sampai di Cibadak,tanpa ada mba Dina dalam rombongan, kami dengan pede nya mengetuk pintu rumah orang tuanya. Mama mba Dina yang sudah di kabari sebelumnya menerima kami dengan senyuman tulus meski kami mengetuk pintu beliau ditengah malam buta. Mama mba Dina sudah menyiapkan tempat untuk kami terlelap sebentar sebelum melanjutkan petualangan.
![]() |
| Laskar Pelari (berhasil menggondol makanan2)+Mama Mba Dina |
Pada pagi harinya kami semua bangun subuh. Sholat, mandi, minum teh dan makan cemilan yang di sediakan mama mba Dina cukup memberi kami sedikit energi untuk bangkit memulai perjalanan panjang ini. Tak lupa mama mba Dina membekali kami dengan kue-kue olahannya beliau, juga sebungkus besar nasi dan lauknya. Terima kasih kami ucapkan berkali-kali atas rizqi dan hospitality yang sangat menyenangkan ini. Terima kasih bu Batubara :)
![]() |
| Narsis setelah ada yang muntah-muntah |
Lepas dari Barastone's house di Cibadak itu, diiringi sejuknya hawa pagi itu perjalananpun di mulai. Peta di letakkan di dasbor mobil agar mudah di jangkau navigator. Jalan menuju Ujung Genting berliku-liku, namun menyenangkan sekali. Saya yang dari awal sudah minum obat anti mabuk perjalanan dengan senang menikmati lenggang lenggok jalan aspal dengan sedikit rasa kantuk yg menyergap saya. Baru kira-kira 1 jam perjalanan, navigatornya mengeluh pusing dan mual. Rupanya dia tidak tahan di ajak berlenggak lenggok tadi hahaha... Kami putuskan untuk berhenti sejenak di sebuah saung, dipinggir jalan desa. Saat berhenti, teman kami itu langsung memuntahkan isi perutnya. Setelah itu dia mengeluh lapar hahahahaha...ini pasti gara-gara cuma ngemil saja belum makan besar. Jadi kelaparan yang menjadi sebab dia mabuk kendaraan.Saya sarankan dia untuk mengikuti langkah saya, minum obat anti mabuk! Dan dia menyerah, akhirnya ikut minum juga. Saya pindah kebelakang dan sejak saat itulah dia menjadi navigator perjalanan kami karena selalu duduk di samping bu supir hehehe...
Air Terjun Cikaso (Curug Cikaso, Jampang Kulon, Surade, Sukabumi Selatan)
Sekitar jam 11 kami sampai di daerah Jampang Kulon, Surade Sukabumi Selatan. Kami memutuskan untuk mampir di Air Terjun Cikaso. Dari arah Sukabumi, Mayin membelokkan kemudinya menuju desa Ciniti, yang merupakan "pintu utama" menuju ke Curug Cikaso. Saya semula pesimis dengan air terjun ini, karena tidak sempat melihatnya di internet dan tidak terbayang seperti apa air terjun ini. Yang ada dibenak saya adalah kalau sudah berbau air terjun, pasti akan sejuk udara sekitarnya. Itung-itung saya menghirup lebih banyak udara bersih setelah bertahun-tahun menghirup udara penuh polusi di Jakarta. Setelah bertanya-tanya arah ke sana, sampai juga kami ke curug Cikaso.
Warga setempat memberi unjuk arah ke air terjun tujuan kami. Setelah memarkir mobil, dan membayar retribusi yang berapanya saya lupa (seingat saya satu orang tidak sampai lima ribu rupiah) kami menuju ke air terjun dengan menyewa perahu motor yang sepertinya multifungsi, selain sebagai perahu untuk mengantarkan wisatawan, perahu itu juga berfungsi untuk mencari ikan. Kalau saya tidak salah kami menyewa sekitar 30-45 ribu per perahu pergi pulang. Ditunggu 1 jam, kalau lebih dari itu kita harus membayar kelebihan perjamnya, yang sayangnya saya lupa juga hehe..
![]() |
| Sungai Hijau Tosca |
Sungai yang kami sebrangi airnya hijau tua, mungkin karena di dasar sungai tumbuh dengan subur lumut atau alga hijau. Sangat menenangkan memandangi airnya. Tidak lebih dari 15 menit kami sudah tiba di seberang. Berjalan kaki sebentar, lalu tadaaaaa.....kami bertemu dengan si curug yang menawan. Tidak sia-sia perjalanan kami dan biaya yang kami keluarkan untuk sampai ke Curug Cikaso ini. Ada 3 air terjun. Yang 2 debit airnya cukup banyak, sedankan yang tengah sangat kecil. Terima Kasih ya Alloh, hari itu langit biru bersih, dan warna telaga yang terbentuk oleh air terjun itu hijau tosca. Sangat indah..
![]() |
| Can you imagine swimin' in its tosca lake? |
Gambar ini adalah 1 diantara 3 air terjun yang ada. Belum pernah saya lihat air terjun seindah ini. Subhanalloh...seperti yang ada di kalender-kalender saja. Di air terjun ini juga sering di jadikan tempat pre wedding oleh pasangan-pasangan yang akan menikah. Bersamaan dengan kami, ada sepasang calon pengantin yang sedang melakukan pre wedding di sana.
Memang tak salah jika mereka memilih lokasi eksotis ini sebagai tempat pengambilan foto prewedding.
Puas narsis dan bermain air sekedarnya (karena kami tidak menyiapkan pakaian ganti untuk sesi dadakan ini), kami beranjak dari Cikaso menuju Ujung Genteng.
Jalan masih tidak ramah dengan kelokan-kelokan tajamnya dan kadang bergelombang. Namun kami tetap menikmatinya sampai akhirnya kami bertemu tujuan utama yaitu Ujung Genteng. Penginapan telah kami pesan sebelumnya.
Cukup murah untuk sewa 1 hari 2 malam. Kalau tidak salah saat itu 350 ribu satu cottage sederhana. Pondok Adi itu nama penginapan kami. Berada di salah satu cottagenya yang bertajuk Ombak Tujuh, kamipun beristirahat sejenak setelah menurunkan barang-barang kami. Sampai sore kami masih bermalas-malasan di penginapan. Udara semilir angin laut membuat kami terlelap sedari siang tadi. The real holiday, karena sinyal telepon susah masuk. Jadi tidak ada gangguan dari klien atau media hahaha...
![]() |
| View depan penginapan |
![]() |
| Sunset di ujung genteng |
Makan malam kami terpaksa hanya mie instant karena malam hari setelah maghrib hujan deras sekali disertai petir yang menyambar-nyambar. Padahal rencana kami malam itu adalah pergi ke penangkaran penyu. Malam itu ada pelepasan tukik (anak penyu). Terpaksa urung, karena kami memilih diam di pondokan. Saya dan 2 orang teman saya tak kuasa menahan kantuk, Mayin, mba Uswah dan mba Sulha mati gaya karena belum mengantuk dan tidak ada yang bisa di lakukan selain berbincang-bincang ngalor ngidul dengan topik yang tidak konstan. Pondokan kami minim fasilitas elektronik. Tidak ada televisi yang jelas. Hanya ada pemanas air di kamar mandi yang sederhana, namun bersih.
![]() |
| Pantai Akuarium |
![]() |
| Bening sekali kan?? |
Pelabuhan Ratu
| Bersama kerbau di Pelabuhan Ratu |
Puas dari sana, kami pulang ke pondok, kembali melewati medan berat. Mobil keluarga yang kami tumpangi plus sopir yang andal a.k.a kk mayin melaju dengan tenang. Sesampai di pondok, kami berkemas untuk pulang agar tidak kemalaman di jalan.
Saat kami melaju dalam perjalanan pulang, tiba-tiba terlontar ide untuk belok ke pelabuhan ratu. Jadilah kami belok ke Pelabuhan Ratu. Makan siang sederhana di pinggir pantai, minum es kelapa muda hmmmm...nikmat sekali..
Sebelum mentari beristirahat, kami berkemas pulang. Alhamdulillah...perjalanan ini sungguh sangat membuat pikiran kami sedikit tersegarkan :) .
Langganan:
Postingan (Atom)













